Di tengah ketatnya kompetisi di ujung tahun, beraneka cara dilakukan vendor ponsel. Film terbaru James Bond “Quantum of Solace” tidak sekedar sebagai hiburan, tapi sarana promosi bagi Sony Ericsson.

Lewat ponsel mereka, C902, Sony Ericsson ingin keberadaannya di film mendongkrak permintaan konsumen. Vendor ponsel yang memiliki markas di Research Triangle Park Amerika Utara ini, terus berjuang di tengah meningkatnya kompetisi di ujung tahun. Pada September, Sony merumahkan 400 pekerja lokal sebagai bagian restrukturisasi global untuk meningkatkan operasinya.

Bond yang diperankan oleh aktor Daniel Craig, sebagai model Sony Ericsson melakukan konferensi video dengan pejabat di London dan bernavigasi dengan menggunakan teknologi GPS.

“Film Bond telah menjadi model kami sekitar 10 tahun. Produk Sony Erricsson yang digunakan pada film sebelumnya, penjualannya selalu tinggi. James Bond yang memiliki gadget teknologi tinggi cocok dengan merek kami,” kata Karen Morris, Wakil Presiden Marketing Sony Ericsson Amerika Utara. Sebelumnya, tahun 2006 Sony Ericsson juga mempromosikan ponsel mereka K800/K790 lewat film James Bond, Top Secret.

Memasukkan produk pada film bukan hal baru. Film ET pada 1982 mampu memberikan status tinggi pada permen Reese’s Pieces.

“Itu merupakan pendekatan perikalan yang bagus ” kata Dan Ariely, professor perilaku ekonomi di Duke University yang menulis “Predictably Irrational,” sebuah buku tentang kekuatan yang membuat keputusan orang.

”Konsumen pertahannya akan melemah dengan menoton film dan pesan marketing akan mudah masuk. Saat produk digunakan di konten yang diyakini, makin mudah diingat,” tambahnya.

Seri film James Bond selalu menarik banyak perusahaan karena memiliki jutaan penggemar. Quantum of Solace merupakan film nomor satu di AS dengan pendapatan kotor US$ 70,4 juta pekan lalu.

Morris mengatakan Sony Ericsson tidak harus membayar agar bisa masuk dalam “Quantum of Solace”. Sony Ericsson membantu mempromosikan film itu sekaligus sebagai produser kedua. [ito]

(sumber : inilah.com)