Sony Ericsson berhasil mengapalkan sekira 25,7 juta unit ponsel pada kuartal ketiga tahun ini. Bahkan ponsel cybershot seri C902 menjadi model terpopuler pada kuartal ini. “Secara global, unit yang dikirimkan pada kuartal ini berjumlah 25,7 juta, suatu kenaikan yang bertahap namun melambat dari tahun ke tahun (year-on-year), sementara penjualan pada kuartal ini adalah sebesar Euro 2,808 juta, turun 10 persen dibandingkan dengan kuartal ke-3 tahun lalu,” ujar Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia Djunadi Satrio.

Menurutnya, mayoritas penurunan ini merefleksikan dampak dari fluktuasi nilai tukar, serta pergeseran rangkaian produk ke arah ponsel dengan harga lebih rendah. Margin laba kotor juga menurun secara year-on-year dan bertahap, disebabkan oleh tekanan harga yang terus berlanjut di saat tren biaya yang kurang mendukung pada sisi pemasok.

Namun, lanjutnya, hal ini telah diperbaiki secara parsial dengan peluncuran produk-produk baru di akhir kuartal ke-2, seperti ponsel kamera C902 Cyber-Shot yang terjual dengan baik di pasaran. Akan tetapi, bagaimanapun, kompetisi yang kuat terus berlanjut, terutama di Eropa. Laba sebelum pajak pada kuartal ini adalah Euro 12 juta, tidak termasuk biaya restrukturisasi Euro 35 juta, ini merupakan suatu penurunan dibandingkan kuartal ke-3 tahun 2007.

Harga jual rata-rata untuk Sony Ericsson menurun, baik secara bertahap maupun year-on-year, sejalan dengan tingkat harga di kuartal-kuartal sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penjualan ponsel berharga rendah yang lebih banyak, dan peningkatan kompetisi harga di pasar ponsel tingkat menengah ke atas. Secara sekuensial, pangsa pasar untuk kuartal ke-3 ini stabil, dan diperkirakan sekirA 8 persen.

“Sesuai perkiraan, kuartal ke-3 ini tetap menjadi sebuah tantangan bagi Sony Ericsson. Kami telah mulai bergerak dengan rencana kami untuk menyesuaikan kegiatan operasional dan sumber daya, melalui konsolidasi fasilitas Penelitian dan Pengembangan ke dalam struktur organisasi yang lebih ringan dan efisien. Seperti telah diumumkan sebelumnya, kami tetap memiliki target memotong biaya operasional sebesar Euro 300 juta per tahun hingga akhir kuartal ke-2 tahun 2009, dimana dampak penuhnya akan terlihat pada semester ke-2 tahun 2009. Rencana ini terus berkembang sejalan dengan ekspektasi kami,” papar Djunadi.

Pada kuartal ke-3 ini Sony Ericsson mengumumkan PlayNow plus, langkah baru dalam penawaran pelayanan musiknya. PlayNow plus adalah jasa download musik kualitas prima dan berkecepatan tinggi untuk ponsel dan komputer atau PC, yang akan diluncurkan pada kuartal ke-4 di Telenor, Swedia dengan Sony Ericsson W902 Walkman edisi khusus yang terintegrasi dengan PlayNow plus. Pelayanan ini akan dibawa ke seluruh dunia mulai awal 2009, bekerja sama dengan mitra jaringan lainnya.

Sony Ericsson juga mengumumkan sejumlah ponsel baru pada kuartal ini, yang termasuk tiga ponsel Walkman, ponsel UMA pertamanya (G705u), dan beberapa model awal dengan konektivitas YouTube terintegrasi (W595, W902, G705). Selain itu, Sony Ericsson memulai program pemasaran besar untuk meluncurkan ponsel multimedia pertamanya di bawah bendera terbaru XPERIA, dan telah mulai mengirimkan ponsel XPERIA X1 tersebut pada akhir kuartal.

Seperti telah dikomunikasikan sebelumnya, Sony Ericsson membayar dividen ke-2 kepada induk perusahaan sebesar Euro 300 juta (masing-masing Euro 150 juta) pada kuartal ini berdasarkan laba tahun 2007, dan pada akhir September 2008 Sony Ericsson memiliki kas bersih sebesar Euro 1.4 miliar.

Sony Ericsson memperkirakan pasar ponsel dunia untuk tahun 2008 akan tumbuh sebesar 10 persen, dari 1,1 miliar unit lebih pada tahun 2007, sementara harga jual rata-rata industri ponsel akan terus menurun. Mayoritas pertumbuhan ini diperkirakan akan terjadi di pasar-pasar berkembang, di mana ponsel berharga rendah mendominasi. (Sumber: OKEZONE.COM)